Secara fisik, perbaikan landasan pacu (run way) Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin sepanjang 280 meter sudah selesai, tinggal pemasangan marka jalan, perbaikan bahu landasan, dan proses akhir (finishing).
Penyelesaian perbaikan landasan pacu melalui pergantian bahan aspal menjadi beton ini diupayakan sebelum keberangkatan jamaah calon haji (JCH) asal Kalsel dan sebagian Kalteng tanggal 22 Oktober nanti.
"Sebelum tanggal 23 semuanya sudah beres," jamin General Manager PT Angkasa Pura (AP) I, Rachmat Hadiono di sela-sela peninjauan bandara oleh Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, Kamis (15/10).
Jaminan serupa diungkapkan Konsultan Pengawas PT Dwikarsa Envacotama, Andius kepada wartawan yang lokasi bandara. Dengan kondisi saat ini terangnya, pesawat berbadan besar yang membawa jamaah haji, bisa lalui dengan catatan ada pembatasan muatan atau BBM pesawat. Pada saat kepulangan jamaah haji lanjutnya, kondisi pesawat menjadi lebih berat karena beban muatan yang lebih banyak. Itu sebabnya, kondisi bandara akan diselesaikan sebelum waktu itu.
Terkait penggantian desain bandara dan aspal menjadi beton, menurut Andius karena pertimbangan daya tahan yang lebih baik dibanding kondisi sebelumnya. "Cara ini lebih baik dan usia (daya tahan, red) bisa mencapai sepuluh hingga lima belas tahun," jelasnya lagi.
Landasan pacu saat ini sudah dibeton dengan ketebalan 36 sentimeter panjang 280 meter dengan lebar 45 meter.
Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin mengatakan, peninjauan lokasi bandara yang dilakukannnya, untuk memastikan progres dilapangan dan kepastian selsai perbaikan yang dilakukan kontraktor.
Hal ini terkait semakin dekatnya keberangkatan jamaah haji asal Kalsel ditambah dari Kalteng sebagian, yang melakukan penerbangan melalui embarkasi haji Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru.
Gubernur berharap, kalaupun tidak bisa terselesaikan menjelang keberangkatan jamaah haji, minimal sepulang mereka, bandara bisa dipakai optimal 2.200 meter menjadi 2.500 meter.
Penyelesaian perbaikan (displace) terhadap landasan pacu tinggal menunggu tes dari Departemen Perhubungan (Dephub) RI. Setelah ini, landasan pacu bisa didarati pesawat Boeing 747 dengan kapasitas penumpang 445 orang.
Saat ini, Bandara Syamsudin Noor hanya bisa didarati maksimal pesawat Boeing 767-300 dengan kapasitas penumpang 325 orang.
Penyelesaian perbaikan landasan pacu melalui pergantian bahan aspal menjadi beton ini diupayakan sebelum keberangkatan jamaah calon haji (JCH) asal Kalsel dan sebagian Kalteng tanggal 22 Oktober nanti.
"Sebelum tanggal 23 semuanya sudah beres," jamin General Manager PT Angkasa Pura (AP) I, Rachmat Hadiono di sela-sela peninjauan bandara oleh Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin, Kamis (15/10).
Jaminan serupa diungkapkan Konsultan Pengawas PT Dwikarsa Envacotama, Andius kepada wartawan yang lokasi bandara. Dengan kondisi saat ini terangnya, pesawat berbadan besar yang membawa jamaah haji, bisa lalui dengan catatan ada pembatasan muatan atau BBM pesawat. Pada saat kepulangan jamaah haji lanjutnya, kondisi pesawat menjadi lebih berat karena beban muatan yang lebih banyak. Itu sebabnya, kondisi bandara akan diselesaikan sebelum waktu itu.
Terkait penggantian desain bandara dan aspal menjadi beton, menurut Andius karena pertimbangan daya tahan yang lebih baik dibanding kondisi sebelumnya. "Cara ini lebih baik dan usia (daya tahan, red) bisa mencapai sepuluh hingga lima belas tahun," jelasnya lagi.
Landasan pacu saat ini sudah dibeton dengan ketebalan 36 sentimeter panjang 280 meter dengan lebar 45 meter.
Gubernur Kalsel, Rudy Ariffin mengatakan, peninjauan lokasi bandara yang dilakukannnya, untuk memastikan progres dilapangan dan kepastian selsai perbaikan yang dilakukan kontraktor.
Hal ini terkait semakin dekatnya keberangkatan jamaah haji asal Kalsel ditambah dari Kalteng sebagian, yang melakukan penerbangan melalui embarkasi haji Syamsudin Noor Banjarmasin di Banjarbaru.
Gubernur berharap, kalaupun tidak bisa terselesaikan menjelang keberangkatan jamaah haji, minimal sepulang mereka, bandara bisa dipakai optimal 2.200 meter menjadi 2.500 meter.
Penyelesaian perbaikan (displace) terhadap landasan pacu tinggal menunggu tes dari Departemen Perhubungan (Dephub) RI. Setelah ini, landasan pacu bisa didarati pesawat Boeing 747 dengan kapasitas penumpang 445 orang.
Saat ini, Bandara Syamsudin Noor hanya bisa didarati maksimal pesawat Boeing 767-300 dengan kapasitas penumpang 325 orang.
(Sumber : Barito Post edisi Jum'at, 16 Oktober 2009 Dan http://www.kalselprov.go.id/)
